Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan suasana segar, bersih, dan penuh harapan baru. Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, menggunakan barang baru saat Imlek bukan sekadar gaya—tapi simbol.
Menurut kepercayaan yang diwariskan turun-temurun sejak era Dinasti di Tiongkok, termasuk pada masa Dinasti Han, tahun baru adalah momen meninggalkan energi lama dan menyambut keberuntungan yang baru.
✨ 1. Simbol Awal yang Bersih
Sebelum Imlek, rumah dibersihkan menyeluruh untuk “membuang” kesialan tahun lalu. Menggunakan barang baru melambangkan lembaran baru yang lebih baik—rezeki lebih lancar, kesehatan lebih kuat, dan hubungan lebih harmonis.
🧨 2. Mengundang Energi Positif
Dalam filosofi Tionghoa, warna, tekstur, dan suasana rumah dipercaya memengaruhi energi (chi). Barang baru memberikan kesan segar dan hidup, apalagi jika bernuansa cerah seperti merah atau emas yang identik dengan keberuntungan.
🏮 3. Bentuk Harapan dan Doa
Baju baru, dekorasi baru, bahkan perlengkapan tidur baru menjadi simbol doa:
“Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin.”
Kenapa Sprei Juga Perlu Baru?
Tempat tidur adalah tempat kita mengawali dan mengakhiri hari. Di momen pergantian tahun, mengganti sprei bukan cuma soal estetika—tapi tentang kualitas istirahat dan energi yang kita bangun setiap hari.
Sprei yang lembut, adem, dan nyaman membantu tidur lebih nyenyak. Dan tidur yang berkualitas = badan lebih fit = rezeki lebih siap dijemput ✨
Rayakan Imlek dengan Sprei Sutra Organik dari DEFafas
Bayangkan malam pertama di tahun yang baru…
Kamar lebih rapi. Suasana lebih hangat. Dan kamu beristirahat di atas sprei sutra organik yang halus, breathable, dan nyaman di kulit.
Sprei sutra organik DEFafas bukan cuma cantik dilihat—
✔️ Lembut & adem
✔️ Nyaman untuk kulit sensitif
✔️ Tampilan elegan tapi tetap terasa personal dan homey
Karena tahun baru bukan cuma soal dekorasi luar, tapi juga kenyamanan diri sendiri.